Apa Itu Bottleneck Pada Komputer dan Jaringan?

Bottleneck muncul karena dipicu oleh beberapa faktor. Dalam dunia komputer dan jaringan, Bottleneck adalah mimpi buruk yang mengganggu.

Dalam dunia komputasi (dan juga pada beberapa sistem), Anda menjumpai istilah bottleneck. Apa itu bottleneck di dalam dunia komputasi?

Jika membicarakan bottleneck, ini adalah sebuah hal yang berhubungan dengan kemacetan. Dalam berbagai sistem, sebuah kondisi bottleneck adalah hal yang sering dan wajar terjadi. Namun kenapa dan apa penyebab bottleneck pada komputerisasi dan jaringan akan kita pelajari secara mendetail.

Apa Itu Bottleneck?

Apa Itu Bottleneck
Ilustrasi Bottleneck

Bottleneck adalah sebuah titik kemacetan dalam sistem (jalur perakitan atau jaringan komputer) yang terjadi ketika beban kerja yang besar tiba terlalu cepat untuk ditangani oleh proses secara bersamaan.

Bayangkan kumpulan air dalam sebuah botol berukuran yang besar. Untuk dikeluarkan secara bersamaan dari botol, air harus melewati “leher” botol yang sangat sempit. Yang terjadi adalah air akan keluar sedikit demi sedikit dan tersendat-sendat.

Karena itulah kenapa dinamakan bottleneck yang artinya adalah “leher botol” (mengacu kepada ukuran leher botol yang sempit).

Kenapa Bottleneck Dapat Terjadi?

Istilah “bottleneck” mengacu pada sistem atau jaringan yang kelebihan beban dikarenakan satu komponen tidak dapat mengimbangi sistem lainnya, sehingga memperlambat kinerja secara keseluruhan.

Dengan kata lain, ini berarti bahwa kapasitas untuk mengembalikan data yang diproses tidak cukup dibandingkan dengan berapa banyak data yang dikirim untuk diproses sehingga bottleneck atau kemacetan terjadi.

Berikut ini akan dijelaskan lebih mendalam tentang bottleneck pada PC dan jaringan.

Bottleneck Laptop atau PC

Dalam konteks Laptop atau PC, bottleneck mengacu pada komponen yang membatasi potensi perangkat keras lain karena perbedaan kemampuan maksimum dari kedua komponen. Bottleneck tidak selalu disebabkan oleh kualitas atau usia komponen, melainkan kinerjanya.

Apa yang Terjadi Jika Komputer Bottleneck?

Ketika komputer mengalami bottleneck, akan terjadi kemacetan kinerja yang dapat menyebabkan komputer atau laptop menjadi lambat dan dalam kondisi terburuk akan mengalami “freeze” atau juga kadang kita sebut hang atau crash.

Bagaimana Supaya Komputer Terhindar Dari Bottleneck?

Membangun PC dengan pengaturan perangkat keras (hardware) yang holistik dan seimbang sangat penting untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan potensi terkena bottleneck.

Dengan PC yang seimbang, komponen PC akan mencapai tingkat kinerja yang efisien, tanpa ada salah satu komponen (atau kumpulan komponen secara keseluruhan) yang digunakan secara berlebihan atau bahkan kurang.

Komponen PC yang sering menjadi penyebab masalah bottleneck adalah CPU dan GPU (meski komponen perangkat keras seperti RAM lain juga berpengaruh). Interaksi antara CPU dan GPU menggambarkan bagaimana kemacetan dapat berdampak pada sistem secara keseluruhan.

Central Processing Unit (CPU) bertanggung jawab untuk menghitung operasi seperti fisika, audio, netcode, data posisi, dan sistem lain yang tak terhitung jumlahnya.

CPU juga mengirimkan instruksi rendering ke Graphics Processing Unit (GPU). Instruksi dari CPU ini berisi semua yang dibutuhkan GPU untuk mengetahui apa yang harus dirender, termasuk shader, tekstur, dan data visual lainnya. Mereka kemudian dieksekusi oleh GPU, menghasilkan gambar yang Anda lihat di layar monitor.

Jika GPU merender instruksi ini lebih cepat daripada yang dapat diberikan CPU, GPU akan tetap “menganggur” hingga rangkaian instruksi berikutnya siap.

Ini berarti GPU tidak beroperasi pada kinerja puncak, sehingga hal ini dapat menghasilkan lebih sedikit frame per detik yang dirender. Ini adalah hambatan (bottleneck) karena tingkat kinerja GPU dibatasi oleh keterbatasan CPU.

Hal yang sama dapat terjadi dalam arah yang berlawanan. Jika CPU yang kuat mengirimkan instruksi ke GPU lebih cepat daripada yang dapat dirender oleh GPU, kemampuan CPU dibatasi oleh kecepatan GPU yang lebih lambat sehingga berpotensi munculnya bottleneck.

Sistem akan berkinerja lebih baik dengan CPU dan GPU yang lebih cocok dan seimbang dalam kemampuan kinerja.

Sekali lagi, hampir semua perangkat keras dapat menyebabkan bottleneck, tidak hanya CPU dan GPU. Idealnya, perangkat keras PC akan bekerja sedekat mungkin dengan kinerja maksimum, dan satu tautan dalam rantai perangkat keras tidak akan berdampak buruk pada yang lain.

Apa itu Bottleneck Dalam Jaringan?

Bottleneck pada jaringan mengacu pada kondisi diskrit di mana aliran data dibatasi oleh komputer atau sumber daya jaringan. Aliran data dikendalikan sesuai dengan bandwidth dari berbagai sumber daya sistem.

Jika sistem yang bekerja pada jaringan memberikan volume data yang lebih tinggi dari yang didukung oleh kapasitas jaringan yang ada, maka akan terjadi bottleneck jaringan.

Penyebab bottleneck pada umumnya adalah gangguan data jaringan yang disebabkan oleh sirkuit mikroprosesor atau TCP/IP. Bottleneck pada jaringan akan menyebabkan jaringan komunikasi yang lambat.

Untuk menghindari bottleneck pada jaringan, perlu dibangun sebuah sistem jaringan yang bisa mendukung kapasitas aliran data tertentu.

Pada jaringan, setiap sistem dapat bekerja sesuai dengan kecepatan prosesornya, ukuran memorinya, kecepatan cache, dan kecepatan kartu antarmuka jaringannya.

Sistem diskrit ini tidak bergantung pada sumber daya jaringan lain untuk menerima data yang masuk pada kecepatan yang mereka kirim karena objek ini hanya menerima data sesuai dengan kapasitasnya sendiri.

Bottleneck terjadi ketika bandwidth tidak dapat menampung sejumlah besar data sistem pada kecepatan transfer data yang ditentukan. Bottleneck pada jaringan juga disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: komponen perangkat keras seperti CPU dan GPU, dan RAM.

Kesimpulan

Dalam definisi yang paling sederhana, bottleneck adalah situasi ketika sistem kerja mendapatkan lebih banyak permintaan daripada yang dapat diproses pada kapasitas keluaran maksimum. Hal ini menyebabkan gangguan pada aliran pekerjaan dan penundaan di seluruh proses.

Agar sebuah sistem (dalam hal ini PC atau jaringan) bisa berjalan secara efisien dan terhindar dari resiko bottleneck, dibutuhkan teknologi atau sumber daya yang seimbang dan bisa mendukung sistem tersebut berjalan dengan baik.

Baca juga:

Lulusan Teknik Informatika yang sudah terjun di dunia internet sejak 2002. Memiliki passion dalam dunia teknologi informasi, internet, gadget, dan teknologi pada umumnya.

Tinggalkan komentar